<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ispektorat&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ispektorat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ispektorat.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 09:27:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ispektorat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ispektorat&#039;s Blog</title>
		<link>http://ispektorat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ispektorat.wordpress.com/osd.xml" title="Ispektorat&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ispektorat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>gizi dan vitamin</title>
		<link>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/gizi-dan-vitamin/</link>
		<comments>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/gizi-dan-vitamin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 09:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ispektorat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ispektorat.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[SITUASI KESEHATAN DAN GIZI DAN ISSUE KEBIJAKAN MEMASUKI MILENIUM KETIGA PENDAHULUAN Hasil sementara Sensus Penduduk tahun 2000 memperkirakan jumlah penduduk 203.456.005, dengan laju pertumbuhan penduduk 1990-2000 adalah 1,35 (BPS, 2001). Dari total penduduk tersebut, diperkirakan proporsi balita adalah 8.88%, usia &#8230; <a href="http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/gizi-dan-vitamin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=11&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="position:relative;">
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>SITUASI <strong>KESEHATAN</strong> DAN GIZI </strong></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>DAN ISSUE KEBIJAKAN  MEMASUKI MILENIUM KETIGA</strong></span></p>
<h1><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span></h1>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Hasil  sementara Sensus Penduduk tahun 2000 memperkirakan jumlah penduduk 203.456.005,  dengan laju pertumbuhan penduduk 1990-2000 adalah 1,35 (BPS, 2001).  Dari total penduduk tersebut, diperkirakan proporsi balita adalah 8.88%,  usia reproduktif 15-49 tahun: 55,28% (perempuan), dan 54,86% (laki-laki).  (lihat table 1). Uraian berikut ini dikaitkan dengan analisis situasi,  issue serta kebijakan tentang <strong>kesehatan</strong> dan gizi. Informasi dari Sensus  Penduduk ini menjadi penting dalam upaya pemerintah, khususnya <strong>kesehatan</strong> dan gizi, dalam mentargetkan kelompok rawan pada penduduk yang memerlukan  intervensi. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Memasuki  milenium baru, Indonesia dihadapi dengan perubahan ekonomi dan politik  yang tidak menentu. Walaupun tidak merata, secara umum Bank Dunia melaporkan  pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif sebelum tahun 1997 (lihat  figure 1: GNP per capita 1986-2000). Pertumbuhan ekonomi ini berdampak  pada penurunan angka kemiskinan dari 40% tahun 1976 menjadi 11% tahun  1996 (Figure 2); penurunan kematian bayi; penurunan kematian <strong>anak</strong> 0-4  tahun; dan 25% penurunan kematian ibu. Secara statistik hal ini ditunjang  pula dengan pencapaian keamanan pangan, dan pencapaian pelayanan <strong>kesehatan</strong> terutama pada ibu dan <strong>anak</strong>. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Krisis  ekonomi memperlambat proses penurunan yang telah terjadi selama tiga  dekade terkakhir. Krisis ekonomi menurunkan nilai rupiah yang berakibat  pada merosotnya pendapatan perkapita (lihat figure 1) dan jumlah penduduk  miskin meningkat dari 11% tahun 1996 atau 34.5 juta orang menjadi 16.64%  tahun 1999 atau 47,9 juta  orang (lihat figure 2). Dampak krisis  ekonomi terhadap <strong>kesehatan</strong> masyarakat dapat dilihat secara tidak langsung.  Disadari secara luas bahwa dampak krisis ekonomi berdampak negatif pada  status <strong>kesehatan</strong> masyarakat, akan tetapi bukti nyata secara statistik  masih perlu dikaji agar tidak terjadi kontradiksi. Kenyataannya kajian  perubahan morbiditas dan mortalitas pada penduduk masih dilakukan terus  menerus. Diperlukan informasi data <strong>kesehatan</strong> dengan kualitas yang baik  dari sistem pelayanan <strong>kesehatan</strong> dan juga survei lainnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Berikut  ini adalah kajian kecenderungan beberapa indikator <strong>kesehatan</strong> dan gizi  tahun 1990-2000, serta issue dan kebijakan untuk program <strong>kesehatan</strong> dan  gizi pada masa mendatang.</span></p>
<h2><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>ANALISA SITUASI  <strong>KESEHATAN</strong> DAN GIZI </strong></span></h2>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Wanita,  terutama wanita usia subur/WUS, bayi dan <strong>anak</strong> balita adalah kelompok  rawan pada penduduk yang selalu harus menjadi perhatian. Indonesia tidak  mempunyai ‘<em>vital statistic’</em> yang dapat dilakukan untuk menghitung  angka kematian ibu. Biasanya dilakukan estimasi berdasarkan survei yang  ada seperti Survei Demografi dan <strong>Kesehatan</strong> Indonesia (SDKI) dan Survei  <strong>Kesehatan</strong> Rumah Tangga (SKRT). Dari analisis SDKI 1991, 1994 diperkirakan  Angka Kematian Ibu (AKI) adalah 390 per 100,000 kelahiran hidup untuk  periode 1989-1994, dan 334 pada periode tahun 1992-1997. Sebelum tahun  1997, Pemerintah Indonesia mentargetkan penurunan AKI ini dari 450 (1995)  menjadi 225 (1999). Melihat variasi AKI di lima provinsi dari analisis  SKRT 1995 yang menunjukkan AKI antara 1025 (Irian), 796 (Maluku), 686  (Jawa Barat), 554 (NTT) dan 248 (Jawa Tengah), diasumsikan AKI masih  sangat bermasalah memasuki milenium ketiga ini (Sumantri, et.al, 1999). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Untuk  kelompok bayi dan <strong>anak</strong> yang dipantau perkembangannya, ada peningkatan  yang cukup baik, akan tetapi angkanya masih cukup tinggi dibandingkan  dengan negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina dan Thailand. Walaupun  terjadi penurunan angka kematian bayi dan balita, masih diperkirakan  dari 4 juta <strong>anak</strong> yang lahir di Indonesia, 300.000 diantaranya meninggal  sebelum mencapai usia 5 tahun (Sumantri, 2000). – Lihat figure 3.  Angka kematian bayi dan <strong>anak</strong> ini bervariasi cukup lebar antar provinsi.  Dijumpai 23 kematian bayi  per 1000 lahir hidup di Jogjakarta dan  111 kematian bayi per 1000 lahir hidup di NTB, hal yang sama terjadi  juga untuk kematian balita (Sumantri, 2000). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Masalah  gizi kurang, terutama pada <strong>anak</strong> balita dikaji kecenderungannya menurut  Susenas. Pada tahun 1989, prevalensi gizi kurang pada balita adalah  37.5% menurun menjadi 24,7% tahun 2000. Walaupun terjadi penurunan prevalensi  gizi kurang, yang menjadi pusat perhatian adalah penderita gizi buruk  pada <strong>anak</strong> balita, yang terlihat tidak ada penurunan semenjak tahun 1989.  Pada tahun 1989, prevalensi gizi buruk <strong>anak</strong> balita adalah 6.3%. Prevalensi  ini meningkat menjadi 11,56% pada tahun 1995 dan menurun menjadi 7,53%  pada tahun 2000 (Direktorat Gizi, 2001). Berdasarkan hasil sementara  SP 2000, maka diperkirakan jumlah penderita gizi buruk pada balita adalah  1.520.000 <strong>anak</strong>, atau 4.940.000 <strong>anak</strong> menderita gizi kurang. (lihat figure  4). </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Masih  tingginya prevalensi gizi kurang pada <strong>anak</strong> balita berhubungan dengan  masih tingginya bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Prevalensi  BBLR ini masih berkisar antara 7 sampai 14% pada periode 1990-2000.  (Lihat figure 5). Akibat dari BBLR dan gizi kurang pada balita berkelanjutan  pada masalah pertumbuhan <strong>anak</strong> usia masuk sekolah. Berdasarkan hasil  pemantauan tinggi badan <strong>anak</strong> baru masuk sekolah (TBABS), diketahui bahwa  prevalensi <strong>anak</strong> pendek tahun 1994 adalah 39,8%. Prevalensi ini turun  menjadi 36,1% pada tahun 1999. <strong>Anak</strong> yang terpantau dari TBABS adalah  <strong>anak</strong> usia 5-9 tahun. Jika jumlah <strong>anak</strong> 5-9 tahun menurut SP 2000 diperkirakan  21.777.000, maka 7.800.000 <strong>anak</strong> usia baru masuk sekolah mengalami hambatan  dalam pertumbuhan. Masalah gizi kurang pada <strong>anak</strong> berkelanjutan pada  wanita usia subur, yang akan melahirkan <strong>anak</strong> dengan risiko BBLR disertai  dengan masalah anemia dan gizi mikro lainnya. Dari kajian Susenas, proporsi  wanita usia 15-49 tahun dengan Lingkar Lengan Atas (LILA &lt;23.5 cm)  adalah 24,9% tahun 1999 dan 21,5% pada tahun 2000 (Lihat Figure 6 dan  7). Proporsi ini sama dengan 13.316.561 wanita usia subur diperkirakan  mempunyai risiko kurang energi kronis. Terlihat juga bahwa wanita usia  subur, khususnya pada kelompok yang paling produktif: usia 15-19, 20-24  dan 25-29 tahun, mempunyai proprosi LILA &lt;23.5% yang tertinggi. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Masalah  gizi lainnya yang cukup penting adalah masalah gizi mikro, terutama  untuk kurang yodium dan zat besi. Pada tahun 1980, prevalensi gangguan  akibat kurang yodium (GAKY) pada <strong>anak</strong> usia sekolah adalah 30%, prevalensi  ini menurun menjadi 9,8% pada tahun 1998. Walaupun terjadi penurunan  yang cukup berarti, masih dianggap masalah <strong>kesehatan</strong> masyarakat, karena  prevalensi di atas 5%. Prevalensi tersebut bervariasi antar kecamatan,  masih dijumpai kecamatan dengan prevalensi GAKY di atas 30% (daerah  endemik berat). Berdasarkan prevalensi tersebut, diperkirakan 10 juta  penduduk menderita GAKY, dan kemungkinan 9000 bayi lahir dengan kretin.  Masalah berikutnya adalah anemia gizi akibat kurang zat besi. Kajian  Survei <strong>Kesehatan</strong> Rumah Tangga (1995) menunjukkan bahwa prevalensi anemi  pada ibu hamil adalah 50,9%, pada wanita usia subur 39,5%, pada remaja  putri 57,1%, dan pada balita 40,5%. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Faktor  penyebab dari tingginya kematian ibu, bayi dan <strong>anak</strong> ini tidak lain disebabkan  karena belum memadainya pelayanan <strong>kesehatan</strong> masyarakat dan keadaan gizi,  diluar faktor pencetus lainnya yang memperkuat masalah ini seperti kemiskinan  dan tingkat pendidikan. Akibat yang terlihat dari kemiskinan adalah  masih dijumpai hampir 50% rumah tangga mengkonsumsi makanan kurang dari  70% terhadap angka kecukupan gizi yang dianjurkan (2200 Kkal/kapita/hari;  48 gram protein/kapita/hari). Kita ketahui Human Development Index pada  tahun 2000 yang dilaporkan oleh UNDP adalah 109 untuk Indonesia, tertinggal  jauh dari Malaysia, Filipina dan Thailand. Masih tingginya masalah gizi,  akan berpengaruh nyata terhadap tingkat pendidikan dan pendapatan per  kapita. Rendahnya kondisi gizi akan berakibat pada rawannya penyakit  infeksi dan semakin tinggi pengeluaran terhadap <strong>kesehatan</strong>. Krisis ekonomi  yang berkepanjangan akan berdampak lebih nyata pada masalah <strong>kesehatan</strong> dan gizi penduduk. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>ISSUE STRATEGIS,  STRATEGI DAN KEBIJAKAN</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Memasuki  milenium ketiga, pelayanan <strong>kesehatan</strong> masih difokuskan pada pelayanan  pada orang sakit dan kurang gizi. Rendahnya alokasi yang diberikan untuk  pelayanan <strong>kesehatan</strong> masyarakat memperburuk situasi yang ada. Indonesia  masih dihadapi pada rendahnya rasio dokter dan tenaga <strong>kesehatan</strong> lainnya  untuk memberikan pelayanan <strong>kesehatan</strong>, ditambah fasilitas <strong>kesehatan</strong> (rumah  sakit dan puskesmas) yang juga masih jauh dari optimal. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Semenjak  terjadi krisis ekonomi 1997, banyak upaya yang dilakukan untuk mempertahankan  situasi <strong>kesehatan</strong> dan gizi masyarakat, terutama pada kelompok rawan.  Jaring Pengaman Sosial Bidang <strong>Kesehatan</strong> (JPS-BK) yang mulai dioperasionalkan  tahun 1998 melakukan upaya pelayanan <strong>kesehatan</strong> dasar, <strong>kesehatan</strong> ibu/safemotherhood  dan gizi, terutama untuk penduduk miskin. Upaya yang telah dilakukan  antara lain:</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Mentargetkan dan memberikan    pelayanan <strong>kesehatan</strong> khusus pada keluarga miskin yang membutuhkan. Pemilihan    keluarga miskin ini dilakukan menurut indikator yang telah disepakati    bersama.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Memberikan pelayanan khusus    seperti pemberian makanan tambahan pada balita dan ibu hamil kurang    gizi.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Memberikan pelayanan kebidanan    pada ibu hamil dengan memberdayakan bidan di desa</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Melakukan revitalisasi Posyandu    agar pemantauan pertumbuhan pada bayi dan balita tetap dilaksanakan.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Melakukan advokasi pada pemerintah    daerah setempat untuk selalu mentargetkan dengan alokasi yang memadai    untuk lokasi yang berisiko tinggi masalah gizi dan <strong>kesehatan</strong>.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Melakukan promosi untuk peningkatan    pendidikan dan peningkatan pelayanan <strong>kesehatan</strong> dasar.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Mengembangkan program jaminan    pemeliharaan <strong>kesehatan</strong> masyarakat.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Mengembangkan dan memperkuat    sistem monitoring dan evaluasi (surveilans) untuk kepentingan daerah,    terutama untuk memperbaiki kebijakan daerah terhadap pelayanan <strong>kesehatan</strong> dan gizi.</span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Mempelajari  permasalahan yang ada dan upaya yang telah dilakukan, Indonesia mencanangkan  Indonesia Sehat 2010, dengan menetapkan issue strategis yang menjadi  titik tolak kebijakan intervensi atau program yang diperlukan pada saat  ini dan masa yang akan datang. Issue strategisnya adalah sebagai berikut<sup>1</sup>:</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1. Kerjasama lintas  sektor</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Perubahan  perilaku masyarakat untuk hidup sehat dan peningkatan mutu lingkungan  sangat berpengaruh terhadap peningkatan derajat <strong>kesehatan</strong> masyarakat.  Selain itu, masalah <strong>kesehatan</strong> dan gizi merupakan masalah nasional yang  tidak dapat terlepas dari berbagai kebijakan dari sektor lain. Peningkatan  upaya dana manajemen pelayanan <strong>kesehatan</strong> tidak dapat terlepas dari peran  sektor yang membidangi pembiayaan, pemerintahan dan pembangunan daerah,  ketenagaan, pendidikan, perdagangan dan social budaya. Dengan demikian  kerja sama lintas sektor yang masih belum berhasil pada masa lalu perlu  lebih ditingkatkan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">2. Sumber daya manusia  <strong>kesehatan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Mutu  sumber daya manusia <strong>kesehatan</strong> sangat menentukan keberhasilan upaya dan  manajemen <strong>kesehatan</strong>. Sumber daya manusia <strong>kesehatan</strong> yang bermutu harus  selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berusaha  untuk mengusai IPTEK yang mutakhir. Disadari bahwa jumlah sumber daya  manusia <strong>kesehatan</strong> yang mengikuti perkembangan IPTEK dan menerapkan nilai-nilai  moral dan etika profesi masih terbatas. Adanya kompetisi dala era pasar  bebas sebagai akibat dari globalisasi harus diantisipasi dengan peningkatan  mutu dan profesionalisme sumber daya manusia <strong>kesehatan</strong>. Hal ini diperlukan  tidak saja untuk meningkatkan daya saing sektor <strong>kesehatan</strong>, tetapi juga  untuk membantu peningkatan daya saing sektor lain, antara lain pengamanan  komoditi bahan makanan dan makanan jadi.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">3. Mutu dan keterjangkauan  pelayanan <strong>kesehatan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Dipandang  dari segi fisik persebaran sarana pelayanan <strong>kesehatan</strong> baik Puskesmas,  Rumah sakit, maupun sarana <strong>kesehatan</strong> lainnya termasuk sarana penunjang  upaya <strong>kesehatan</strong> telah dapat dikatakan merata keseluruh wilayah Indonesia.  Akan tetapi persebaran fisik tersebut masih belum diikuti sepenuhnya  dengan peningkatan mutu pelayanan dan keterjangkauan oleh seluruh lapisan  masyarakat. Mutu pelayanan <strong>kesehatan</strong> sangat dipengaruhi oleh kualitas  sarana fisik, jenis tenaga yang tersedia, obat, alat <strong>kesehatan</strong> dan sarana  penunjang lainnya, proses pemberian pelayanan, dan kompensasi yang diterima  serta harapan masyarakat pengguna. Faktor-faktor tersebut di atas merupakan  prakondisi yang harus dipenuhi untuk peningkatan mutu dan keterjangkauan  pelayanan <strong>kesehatan</strong>. Peningkatan pelayanan dilakukan melalui peningkatan  mutu dan profesionalisme sumber daya <strong>kesehatan</strong>. Sedangkan harapan masyarakat  pengguna dilakukan melalui peningkatan pendidikan umum, penyuluhan <strong>kesehatan</strong>,  serta komunikasi yang baik antara pemberi pelayanan <strong>kesehatan</strong> dan masyarakat.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">4. Prioritas, sumber  daya pembiayaan, dan pemberdayaan masyarakat</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Selama  ini upaya <strong>kesehatan</strong> masih kurang mengutamakan atau memprioritaskan masalah  <strong>kesehatan</strong> yang dihadapi masyarakat. Selain itu permasalahan <strong>kesehatan</strong> yang diderita oleh masyarakat banyak masih belum diikuti dengan pembiayaan  <strong>kesehatan</strong> yang memadai. Disadari bahwa keterbatasan dana pemerintah  dan masyarakat merupakan ancaman yang besar bagi kelangsungan program  pemerintah serta ancaman pencapaian derajat <strong>kesehatan</strong> yang optimal.  Diperlukan upaya yang intensif untuk meningkatkan sumber daya pembiayaan  dari sektor publik yang diutamakan untuk kegiatan pemeliharaan dan peningkatan  <strong>kesehatan</strong> serta pencegahan penyakit. Ketersediaan sumber daya yang terbatas,  mengharuskan adanya upaya untuk meningkatkan peran serta sektor swasta  khususnya dalam upaya yang bersifat penyembuhan dan pemulihan. Upaya  tersebut dilakukan melalui pemberdayaan sektor swasta agar mandiri,  peningkatan kemitraan yang setara dan saling menguntungkan antara sektor  publik dan swasta sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara  optimal.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Sementara  itu, issue strategis bidang gizi, karena berhubungan dengan pangan,  keluarga dan <strong>anak</strong>, maka hal yang berkaitan dengan:</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Ketahanan pangan tingkat    rumah tangga</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pengembangan agribisnis</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pertumbuhan ekonomi dan pengentasan    kemiskinan yang berkaitan erat dengan upaya peningkatan daya beli dan    akses terhadap pangan.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pola pengasuhan yang tepat    dan bermutu untuk <strong>anak</strong></span></li>
</ol>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"> </span></p>
</ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Berdasarkan  uraian tersebut di atas, maka strategi pembangunan <strong>kesehatan</strong> untuk mewujudkan  Indonesia Sehat 2010 adalah:</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pembangunan Nasional Berwawasan    <strong>Kesehatan</strong></span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Profesionalisme</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Jaminan pemeliharaan <strong>kesehatan</strong> masyarakat</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Desentralisasi</span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Strategi  program gizi mengikuti strategi pembangunan <strong>kesehatan</strong> dan juga memfokuskan  pada:</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pemberdayaan keluarga dan    masyarakat</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pemantapan kelembagaan pangan    dan gizi</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pemantapan Sistem Kewaspadaan    Pangan dan Gizi</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Advokasi dan mobilisasi social</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan mutu dan cakupan    pelayanan gizi melalui penerapan paradigma sehat</span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Berdasarakan strategi  tersebut, maka tujuan pembangunan <strong>kesehatan</strong> adalah meningkatkan kesadaran,  kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat  <strong>kesehatan</strong> mayarakat yang optimal. Dan kebijaksanan pembangunan <strong>kesehatan</strong> untuk mewujudkan tujuan tesebut adalah:</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pemantapan kerja sama lintas    sektoral</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan kemandirian masyarakat    dan kemitraan swasta</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan perilaku hidup    sehat</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan lingkungan sehat</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan upaya <strong>kesehatan</strong></span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan sumber daya <strong>kesehatan</strong></span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan kebijakan dan    manajemen pembangunan <strong>kesehatan</strong></span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan IPTEK</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan derajat <strong>kesehatan</strong></span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Sejalan  dengan kebijakan pembangunan <strong>kesehatan</strong>, telah dibuat pula rencana program  aksi pangan dan gizi yang juga merupakan penjabaran Propenas, yaitu:</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pengembangan kelembagaan    pangan dan gizi</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pengembangan tenaga pangan    dan gizi</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan ketahanan pangan</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Kewaspadaan pangan dan gizi</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pencegahan dan penanggulangan    gizi kurang dan gizi lebih</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pencegahan dan penanggulangan    kurang zat gizi mikro</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Peningkatan perilaku sadar    pangan dan gizi</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pelayanan gizi di Institusi</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pengembangan mutu dan keamanan    pangan</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Penelitian dan pengembangan</span></li>
</ol>
<h2><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"><strong>KESIMPULAN DAN REKOMENDASI</strong></span></h2>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Indonesia  Sehat 2010 merupakan goal yang akan dicapai. Hal ini tidak mungkin dicapai  jika peningkatan kualitas dan akses masyarakat terhadap <strong>kesehatan</strong> dan  gizi tidak menjadi perhatian utama. Alokasi <strong>kesehatan</strong> yang masih sekitar  3% tentunya tidak berarti untuk mencapai tujuan ini. Goal ini juga mengarahkan  kita semua untuk mendukung upaya berkaitan dengan peningkatan sumber  daya manusia melalui pendidikan dan kualitas hidup. Diperlukan penjabaran  Propenas dan Propeda kedalam bentuk program aksi yang lebih konkrit.  Fokus perhatian diutamakan pada keluarga miskin di wilayah kumuh perkotaan  dan pedesaan. Selain itu peningkatan <strong>kesehatan</strong> dan gizi masyarakat tidak  akan terlepas juga dari kontribusi “komprehensif dan pelayanan profesional”  yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara keseluruhan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Rekomendasi yang diperlukan  tentunya berkaitan dengan: </span></p>
<ul>
<li>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">paradigma sehat yang berlandaskan    pada visi dan misi pembangunan <strong>kesehatan</strong> nasional; </span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">revitalisasi pada infrastruktur    yang berkaitan dengan upaya desentralisasi; </span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">alokasi <strong>kesehatan</strong> dan gizi    yang optimal; </span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">memperkuat aspek teknologi    bidang <strong>kesehatan</strong> dan gizi; </span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">memperkuat aspek pelayanan    <strong>kesehatan</strong> dan gizi secara profesional; </span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">mengembangkan JPKM; </span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">memperkuat sistem pemantauan    dan evaluasi program. </span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Pada  akhirnya kajian terus menerus berkaitan dengan kependudukan sangat diperlukan,  terutama pada kelompok sasaran yang menjadi prioritas dalam pembangunan  <strong>kesehatan</strong> dan gizi. Peningkatan derajat <strong>kesehatan</strong> dan gizi penduduk  merupakan investasi yang besar bagi negara. </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"> Tabel 1</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Proporsi penduduk menurut  kelompok umur</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">(Hasil sementara SP 2000)</span></p>
<p><a name="table01"></a></p>
<div>
<ul>
<li>
<ul>
<table border="2" cellspacing="0" width="375">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0">
<tbody>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Umur (tahun)</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Laki-laki</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Perempuan</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Total</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">0-4</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">9.16</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">8.59</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">8.88</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">5-9</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.56</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.18</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.37</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10-14</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.93</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.22</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.58</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">15-19</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.89</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.17</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">10.53</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">20-24</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">8.71</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">8.93</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">8.82</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">25-29</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">8.27</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">9.05</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">8.66</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">30-34</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">7.59</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">7.96</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">7.77</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">35-39</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">7.39</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">7.83</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">7.61</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">40-44</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">6.49</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">6.35</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">6.42</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">45-49</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">5.52</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">4.99</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">5.26</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">50-54</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">3.97</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">4.37</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">4.17</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">55-59</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">3.25</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">3.30</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">3.28</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">60-64</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">2.80</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">3.09</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">2.94</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">65-69</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1.92</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">2.16</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">2.04</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">70-74</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1.44</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1.45</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1.45</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">75+</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1.12</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1.35</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1.24</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">0-49</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">85.51</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">84.27</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">84.90</span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="12"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">15-49</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">54.86</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">55.28</span></td>
<td><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">55.07</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Sumber: Hasil Sementara SP 2000, BPS</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Figure 1</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Kecenderungan GNP per  capita ($US dollars)</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">1988-2000</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Sumber: World Bank Report,  2000</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Figure 2</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Persen Penduduk Miskin  1976-1999</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Sumber: BPS, 2000</span></p>
<h1><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Figure 3</span></h1>
<h1><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Angka Kematian Bayi  (IMR) dan Balita (U5MR)</span></h1>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">SDKI 1991, 1994 dan 1997</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Sumber: Sumantri, et.al  2000</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Figure 4</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Keadaan gizi kurang dan  gizi buruk pada Balita, Susenas 1989-2000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Sumber: Direktorat Gizi Masyarakat,  2001</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Figure 5</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Proporsi BBLR dari beberapa  sumber: 1990-2000</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;"> Sumber: End Decade  Goal Report, 2000</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Figure 6</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Proporsi Wanita Usia  Subur (15-49 tahun) dengan LILA &lt;23.5 cm: Susenas 1999-2000</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Figure 7</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Tahoma;font-size:small;">Proporsi Wanita Usia  Subur (15-49 tahun) dengan LILA &lt;23.5 cm: Susenas 1999-2000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Sumber: Analisis Susenas 1999 dan 2000  untuk LILA pada Wanita Usia Subur,</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"> Direktorat Gizi Masyarakat, 2001.</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ispektorat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ispektorat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ispektorat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ispektorat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ispektorat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ispektorat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ispektorat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ispektorat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ispektorat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ispektorat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ispektorat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ispektorat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ispektorat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ispektorat.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=11&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/gizi-dan-vitamin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4490ed04ae2ab0fdcbfaa1a09a294b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ispektorat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kesehatan anak</title>
		<link>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/kesehatan-anak/</link>
		<comments>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/kesehatan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 09:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ispektorat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ispektorat.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[KESEHATAN EMOSIONAL ANAK-ANAK DALAM TRAUMA PELAJARAN 5 PERSIAPAN PELATIH (kolom 1) Untuk Pelajaran in, Anda akan membutuhkan: Alat Peraga 5-1: Respon Anak terhadap Trauma Alat Peraga 5-2: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Respon Anak terhadap Trauma Alat Peraga 5-3: Dukungan bagi Anak-anak &#8230; <a href="http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/kesehatan-anak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=9&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KESEHATAN EMOSIONAL ANAK-ANAK</p>
<p>DALAM TRAUMA</p>
<p align="center"><strong>PELAJARAN 5</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PERSIAPAN PELATIH</strong> (kolom 1)</p>
<p><strong>Untuk Pelajaran in, Anda akan membutuhkan:</strong></p>
<ul>
<li>Alat Peraga 5-1: Respon Anak terhadap Trauma<strong> </strong></li>
<li>Alat Peraga 5-2: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Respon Anak      terhadap Trauma<strong> </strong></li>
<li>Alat Peraga 5-3: Dukungan bagi Anak-anak dalam Krisis<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Untuk Pemanasan, Anda akan membutuhkan kertas dan pensil/krayon      atau bahan-bahan transparan agar para peserta dapat menuliskan      pengamatan-pengamatan mereka.</li>
</ul>
<ul>
<li>Apabila para peserta latihan tidak memiliki latar belakang      dalam perkembangan masa kecil yang sehat dan normal, gunakan      catatan-catatan dalam Lampiran A sebagai persiapan untuk membahas topik      ini sebelum menyajikan pelajaran.</li>
</ul>
<ul>
<li>Bersiaplah untuk memceritakan cerita di bagian Diskusi dan dan      pikirkanlah respon-respon yang tepat.</li>
</ul>
<p>CATATAN: Pelajaran 6 adalah pelajaran lanjutan tentang kesehatan emosional anak dalam trauma, yang berfokus pada pengaruh trauma terhadap perilaku anak.</p>
<p><strong>SEKILAS PELAJARAN</strong> (kolom 2)</p>
<h1>Pemanasan</h1>
<ul>
<li>Menguraikan seorang anak yang sehat secara emosional</li>
</ul>
<h2>Pelajaran</h2>
<ul>
<li>Tanggapan anak terhadap peristiwa traumatis</li>
<li>Gejala-gejala trauma</li>
<li>Faktor-faktor yang mempengaruhi respon anak terhadap trauma</li>
<li>Memahami respon anak terhadap trauma</li>
<li>Menyediakan dukungan dalam trauma</li>
</ul>
<p><strong>Kegiatan Belajar</strong></p>
<ul>
<li>Menentukan strategi-strategi penguasaan yang akan menolong      kesehatan emosional anak ‘asuhan’ Anda</li>
</ul>
<h3>TUGAS PEMBELAJARAN</h3>
<p><strong> </strong>Para peserta latihan akan mengenali fakor-faktor yang mempengaruhi kesehatan emosional anak dalam trauma dan mampu menggunakan informasi ini dalam perencanaan perhatian efektif terhadap anak-anak yang mengalami trauma.</p>
<h2>Pemanasan</h2>
<p><strong> </strong>Dalam kelompok-kelompok kecil, mintalah para peserta untuk membagikan cerita-cerita dari masa kecil mereka yang merupakan pengalaman-pengalaman baik bagi mereka. Minta mereka menuliskan kualitas-kualitas yang mereka alami  yang akan menguraikan seorang anak yang sehat emosinya (bahagia, gembira, dikasihi, diperhatikan, dan lain-lain.) Jelaskan bahwa anak-anak yang menderita trauma sering kehilangan perasaan-perasaan positif akan kasih dan perhatian. Sangat penting bagi para pendamping untuk mengenali perkembangan emosional anak yang sehat sebelum memahami pengaruh trauma terhadap kesehatan emosionalnya.</p>
<h2>Pelajaran</h2>
<p><strong>Catatan</strong>: Apabila para peserta latihan tidak mengetahui tahapan-tahapan perkembangan masa kecil yang normal, bahaslah pelajaran ini dengan  mereka. (Lihat Lampiran A).</p>
<h2>Respon Anak terhadap Trauma</h2>
<p>Perilaku-perilaku bermasalah dalam anak-anak diperoleh dari banyak sumber. Satu faktor potensial yang mempengaruhi banyak anak ialah akibat-akibat yang datang kemudian secara psikologis karena menyaksikan atau menjadi korban dari suatu persitiwa traumatis. Bagi anak-anak, teror adalah kata yang jelas untuk menguraikan trauma. Perilaku anak-anak sesudah suatu trauma yaitu mereka menjadi agresif, apatis, kasar, penundukkan diri atau kemunduran yang berlebihan.  Kebanyakan perilaku ini  berakibat dari usaha-usaha mereka untuk mengatasi tanggapan-tanggapan ketakutan dan untuk membangun kembali rasa aman dalam dunianya. Bagaimanapun, tidak semua anak yang telah mengalami atau menyaksikan trauma akan menunjukkan perilaku-perilaku bermasalah. Walaupun tanggapan-tanggapan terhadap trauma hampir seragam di antara anak-anak yang mengalami tekanan traumatis, cara-cara mereka bertindak dapat kelihatan berbeda. Meskipun demikian, trauma secara luas mempengaruhi kesehatan emosional tiap anak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ispektorat.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ispektorat.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ispektorat.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ispektorat.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ispektorat.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ispektorat.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ispektorat.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ispektorat.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ispektorat.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ispektorat.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ispektorat.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ispektorat.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ispektorat.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ispektorat.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=9&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/kesehatan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4490ed04ae2ab0fdcbfaa1a09a294b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ispektorat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/pengangkatan-cpns-umumsekdes-dan-dari-honorer/</link>
		<comments>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/pengangkatan-cpns-umumsekdes-dan-dari-honorer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ispektorat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ispektorat.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Penerimaan SK CPNS dari Umum,Pengangkatan dari Honorer dan Pengangkatan dari Sekdes di Tarutung berlangsung pada tanggal 02 Juli 2009.Setelah ditunggu-tunggu sekian lama termasuk SK. CPNS pengangkatan 2007 yang sampai pada saat ini belum keluar.Hari-hari yang bahagia bagi pengangkatan CPNS dari &#8230; <a href="http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/pengangkatan-cpns-umumsekdes-dan-dari-honorer/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=3&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-6" title="90" src="http://ispektorat.files.wordpress.com/2009/07/attachment.jpg?w=500" alt="attachment"   /></p>
<p>Penerimaan SK CPNS dari Umum,Pengangkatan dari Honorer dan Pengangkatan dari Sekdes di Tarutung berlangsung pada tanggal 02 Juli 2009.Setelah ditunggu-tunggu sekian lama termasuk SK. CPNS pengangkatan 2007 yang sampai pada saat ini belum keluar.Hari-hari yang bahagia bagi pengangkatan CPNS dari honerer Tmt 2007 SK 100% PNSnya belum keluar. Kapankah itu terjadi? Oh Tuhan dengarkanlah isi hati kami yang lagi menunggu-nunggu ini, berilah kemudahan dalam proses keluarnya SK PNS kami yang lama kami tunggu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ispektorat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ispektorat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ispektorat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ispektorat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ispektorat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ispektorat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ispektorat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ispektorat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ispektorat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ispektorat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ispektorat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ispektorat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ispektorat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ispektorat.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=3&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/pengangkatan-cpns-umumsekdes-dan-dari-honorer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4490ed04ae2ab0fdcbfaa1a09a294b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ispektorat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ispektorat.files.wordpress.com/2009/07/attachment.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">90</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/hello-world/</link>
		<comments>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ispektorat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=1&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ispektorat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ispektorat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ispektorat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ispektorat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ispektorat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ispektorat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ispektorat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ispektorat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ispektorat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ispektorat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ispektorat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ispektorat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ispektorat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ispektorat.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ispektorat.wordpress.com&amp;blog=8422448&amp;post=1&amp;subd=ispektorat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ispektorat.wordpress.com/2009/07/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4490ed04ae2ab0fdcbfaa1a09a294b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ispektorat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
